Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, December 26, 2012

DIMENSI BERDUA

Serupa pelangi menjadi penyambung dua telaga...
Bahagiaku memaknainya...

Kemudian menggoresku di rentetan tembok-tembok keraton...
Menorehkan arti...
Menorehkan maknanya...

Arti dan makna dimensi kita...

...dimensi dunia tanpa orang lain.....
 

 karenamu kutersenyum

...senyumku mengulum secuil episode terakhir..
...tanpa direka oleh bayangan kesenduan yang kompleks untuk dicerna....

...adamu menjelma bak seribu alasan... :)

Saturday, December 22, 2012

jika berdiri tanpamu


aku seperti hilang arah sekarang .... sesak nafasku sepanjang waktu .....

aku yang selama ini belajar tegar di masalah apapun .... seperti ditarik kembali ke titik nol .....

semua ketakutan kehilanganmu menderaku tiada ampun .....


..... sepertinya aku tidak akan bisa berdiri di dunia tanpamu ...... :(

 kangen itu ternyata sakit


berada jauh dari raga dan suaramu ... adalah seribu tusukan yang mencabik-cabik kemapanan tenangku ....
ketika sepi itu datang ....
seribu bayangmu adalah udara yang menutup seluruh pori-poriku ....

.... aku butuh nafas yang ada bersamamu ....

.... aku pun gelisah tiada tara ....

bukankah jujur itu segalanya? maka akupun sekarang mengutarakannya ....

entah apakah aku masih berada di sekeliling tembok-tembok keratonku ... yang kemarin aku bahagia menggoresnya ...
dan ... entah ... apakah dirimu juga sama meresapi apa yang aku rasa...??

... aku lebih baik jujur ...
karena kangen ini sudah menderaku sedemikian hebatnya ......

DOA DI ANTARA DAHSYATNYA CINTA

Cinta itu bebas ... siapapun berhak untuk merasakannya ...
Demikian bebasnya hingga tiada seorang pun dapat menahannya kemana cinta akan tertuju ...

Cinta itu agung ... diciptakan oleh Sang Maha Cinta nan Agung ...
Demikian agungnya hingga dunia pun dianggap kecil ...
dunia serasa milik berdua buat sang pasangan cinta ... :)

Doa dan harapku semoga waktu segera berpihak padamu untuk menempatkan hatimu di indahnya tahta cinta yang menentramkanmu ... amin ..... 

Friday, December 21, 2012

SAHABAT


Sebentuk sosok merefleksikan bayangnya di tepian pandangku
Tertatih mematrikan makna sahabat di antara bias sebuah rasa
Ada luka yang meracuni sisi putih persahabatan
Sejenak tak dipersalahkan jika jarak mencipta kebekuan dan pengingkaran
Namun bulir-bulir kedewasaan menetes, mengisi ruang hati yang hampa akan arti ketulusan

Hadirmu tersamarkan
Oleh jiwa-jiwa yang melukis pelangi di cakrawala hariku
Adamu terhempaskan
Oleh sejumput realita yang berkisah tentang pelita hatiku
Tanpa direka
Atau dikemas dalih langit
Riak tenangmu memercik sejuk di sudut dukaku
Ungkapan naifmu dibalut nilai dan norma
Memainkan rima langkahku, meluruhkan haru di episode waktuku

Sahabat ...
Jubah yang kukenakan enggan mencipta tirani di tatapmu
Ketidaksempurnaanku tak menggugurkan asa tuk sekedar menemani
Keterbatasanku bukan dalih tuk hentikan tutur bijakmu
Sejatimu adalah jejakan bagi boneka macam aku ...
Harapku selalu ...
Tuk sudi menorehkan makna sahabat di lembaran kisahku
Meski terkadang tertiadakan oleh khilafku ......  

Thursday, December 20, 2012

tetesan air mata lara dalam kehilangannya


 daku tertunduk sedih dalam pangkuan bumi yang merana
mengenang bunga kehidupan yang sejenak mekar memberikan keindahan
...hingga kini mahkotanya pun luruh....mengakhiri makna kehadirannya....

...sungguh...

telah menangis batinku
dirundung suasana kesedihan yang menyapa
kepedihan yang manis pun perih berlagu
mengalun dari kerinduan yang dalam
....jiwaku tlah terluka....    

Sunday, October 16, 2011

Hatiku Tergadai


Aku terengkuh lembut oleh cinta dan sayang...
... tidak kau ambil ... tapi itu kuserahkan ...
... tidak pula kau renggut ... tapi sudah kunobatkan: "... Aku selamanya milikmu ...."

Di antara sepi ... engkau hingar di seputaran damaiku ...
Saat sekelilingku menghiruk pikuk ... lembut artimu menelusuri setiap ruang hatiku.. tenang.. tenang ... setenang lailatul qadar ....
Sejuk maknamu kureguk seperti sejuk embun kemilau di pagi hari ....

... Aku layaknya kompas dengan hatiku bak jarumnya yang selalu mengarah kepadamu ....

Monday, June 20, 2011

...KARENAMU AKU SEMPURNA...


Sekian lama aku berkelana menyusuri kesunyian makna cinta dan ketulusan
Sekian lama pula tak tersaksikan sebuah keyakinan akan harapan
Kecuali kegelapan yang sepertinya makin memupuskanku...
Sunyi tanpa suara... gelap tanpa harapan...
...

Lalu kali ini aku lihat aura surga dari wajah cantik seorang hawa
Kemilaumu bagai lentera di gelapku...
Lentera yang lembut terbakar... memecah sunyiku...
Tak lagi tertunduk kepalaku... tapi tertengadah oleh hati yang mulai tersenyum...
...

Berharap inilah pancaran harapan dan cinta terakhirku
Aku datang padamu dengan jiwa yang terbebas...
Dengan kasih sayang dan ketulusan...
Dengan cinta yang mampu membawaku terbang ke istana kemegahan
Dan dengan panji-panji penyerahan diri dan hatiku sepenuhnya untuk bersatu denganmu...
...

Duhai cinta sejati dalam hidupku...
Cintamu menyambutku bagai malaikat yang rela menyulam kembali sayap-sayapku...
Cintamu datang bagai sebuah doa yang terus memohon kelanggengan dan keabadian...
Keberterimaanmu... ketulusanmu... kasih sayangmu... dan utuh cinta yang kau berikan adalah inspirasiku dan simbol ketenangan jiwaku yang terus menumbuhkan kepercayaan dan kedamaian...
Rasa syukurmu atas bersatunya kita adalah rasa syukurku juga yang teramat dalam atas anugerahNYA...
Damai dan syahdu bersamamu terus menumbuhkan kasih sayang... terus tumbuh bak jamur di musim penghujan
Mencintaimu... dicintai olehmu... adalah duniaku yang sempurna, dunia dimana aku ingin tinggal selama sisa hariku....
.....


Sunday, May 29, 2011

Kemana Gerangan Jiwa


Aku pergi menempuh keramaian
Hingar bersetubuhku di dalamnya
Lantas...
Hengkang aku menghampiri pekerjaan
Menderap nafasku mengayuh putaran rodanya
Bertindak ragaku...maka hanyutlah aku....

Ya Allah...
Jiwaku pergi menjemput senyap
Tertinggalkan tidak tergandeng oleh raga
Tertinggalkan untuk melupakan KeagunganMu
Hanya kosong yang meruang di tiap-tiap mimbar sujudnya
Hingga butir-butir tasbih pengiring nama-nama suciMu
berhenti berputar dan terbuang

Dalam jubah khilafku kini
Masih dan masih juga kumohon pintu maafMu
Berharap berkah dan rahmatMu....
Ampuni aku ... Ya Allah ....